
Foto: Demo Palestina. ©2012 Artikel Poster
Reporter: Sarah Puspita
Artikel Poster - Dipimpin Wali Kota, Ribuan Warga Banda Aceh Demo Palestina | Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk Palestina, di Simpang Lima, Banda Aceh, Rabu (23/7). Aksi itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal diikuti oleh sejumlah elemen di Banda Aceh, mulai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pelajar dan alim Ulama.
Bahkan aksi itu juga diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan juga perwakilan non-muslim yang bermukim di Banda Aceh. Mereka ikut berpartisipasi mengikuti aksi solidaritas mengutuk Israel yang telah membantai bangsa Palestina.
Massa berkumpul di kawasan Simpang Lima sejak pukul 09.00 sampai 11.00 WIB, di bawah pengawalan kepolisian setempat. Untuk mengurai kemacetan, Jalan T. Daud Beureuh ditutup total dan dialihkan ke Simpang Surabaya dari Simpang Jambo Tape, Banda Aceh.
Aksi berlangsung di bawah panas terik matahari. Selain berorasi secara bergantian, peserta aksi juga membawa sejumlah spanduk dan semua peserta aksi mengikat kepala dengan bendera Palestina. Selain itu, di depan panggung utama terdapat Bendera Palestina yang besar dibentangkan.
Selain itu, peserta aksi juga mengumpulkan dana untuk membantu rakyat Palestina yang saat ini sedang membutuhkan pasokan makanan dan peralatan medis seperti obat-obatan. Sampai aksi berakhir peserta aksi berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 88 juta lebih dari sumbangan suka rela dari peserta aksi.
Saat seorang peserta aksi membacakan sebuah puisi tentang Palestina dengan diiringi suara gemuruh ledakan bom yang dilemparkan oleh Israel, semua peserta aksi larut dalam kesedihan. Semua peserta aksi menangis, tak terkecuali Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal.
Koordinator Aksi, Ramli Rasyid, mengatakan ada 47 elemen yang mengikuti aksi solidaritas pada hari ini. Termasuk di antaranya umat non-muslim seperti ummat Kristen, Budha dan Hindu.
Bahkan Ramli Rasyid meminta perwakilan dari non-muslim untuk maju ke depan panggung utama, membuktikan bahwa mereka juga ikut mengutuk serangan yang dilancarkan oleh Israel pada Palestina yang menelan korban anak-anak dan perempuan di Palestina itu.
"Ada 47 elemen hadir dalam aksi ini. Ada dari Kristen, Hindu, Budha. Semua warga Banda Aceh punya naluri melawan kekejaman Israel," teriak Ramli Rasyid.
Sedangkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, A. Karim Syeikh, mengatakan persoalan Palestina tidak hanya menyangkut dengan Agama Islam. Akan tetapi ini sudah menjadi persoalan Hak Asasi Manusia (HAM).
"Ini persoalan HAM, meskipun lembaga HAM masih diam seperti PBB masih diam terhadap pembantaian terhadap bangsa Israel," imbunya.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal dalam orasinya menyebutkan, pembantaian di Gaza, Palestina merupakan perbuatan biadab. Oleh karen itu, ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera turun tangan untuk menghentikan pembantaian tersebut.
"PBB jangan diam melihat pembantaian ini, Amerika yang mengaku polisi dunia harus segera turun tangan untuk menghentikan agresi militer itu," teriak Illiza dengan nada tinggi.
Illiza juga menyerukan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin bangsa Islam seluruh dunia agar berjuang untuk kemerdekaan bangsa Palestina. "Saya mengajak pemimpin Islam untuk bangkit bersatu berjuang membela palestina," imbuhnya.
Selain itu, Illiza juga mengajak seluruh rakyat Aceh agar memenuhi rumah ibadah untuk mendoakan bangsa Palestina bisa cepat keluar dari musibah tersebut. Karena Israel, kata Illiza paling takut pada umat Islam yang mau bangun pagi untuk menunaikan shalat Subuh dan melaksanakan qunut Nazilah mendoakan keselamatan bangsa Palestina.
0 Response to "Dipimpin Wali Kota, Ribuan Warga Banda Aceh Demo Palestina"
Posting Komentar